Pages

Minggu, 26 Februari 2012

Saat Kau Milikku

 

Saat Kau Milikku

ku dengarkan kisah saat kau masih bersamanya
terlihat dirinya tak menghargaimu adinda
kau berikan cinta setulus hatimu
namun masih saja dia kecewakanmu
pantaskah dirinya hadir dalam mimpi-mimpimu

ku lebih baik darinya, ku lebih indah darinya
ku lebih baik darinya, andai kau milikku

kan ku berikan cintaku semua setulus hatiku
takkan ada air mata jatuh di pipimu
kan ku hapuskan sedihmu dan ku bawakan ceriaku
segalanya untuk dirimu saat kau milikku

lupakanlah semua kisahmu bersamanya
hadirkanlah selalu aku dalam anganmu
ku bawakan canda tuk mengisi hari-harimu
aku lebih indah darinya, andai kau milikku
saat kau milikku

"ku lebih baik darinya, ANDAI KAU MILIKKU" - lirik ini yang paling menarik perhatian gue. Dan entahlah, sepertinya gue lupa letak kebahagiaannya dimana. Enjoy this song guys!

Selasa, 07 Februari 2012

What a Special 17th Birthday!

Jumat, 03 Februari 2012 sungguh menjadi hari yang paling indah dalam hidup gue. Tahu kenapa? Gue serasa menjadi lahir kembali di hari itu. Ya! Hari itu menjadi hari bersejarah dimana gue bisa masuk ke fase yang dibilang bertambahnya setahun usia.
Sungguh sesuatu teman!
Sehari sebelum tanggal 03, gue udah berencana begadang buat countdown di malam hari. Alhasil, pukul 23.50 aksi itupun dimulai. Diawali dengan sign in ke akun twitter, gue lalu mulai berkicau dengan menghitung mundur dari #10 hingga #1. Sementara proses countdown, eeh ternyata ada seorang anak sekolahan yang frustasi karena harus tinggal di dorm mention ke gue dan beginilah petikan tweetnya.



Tepat pukul 00.00 WIT, gue lalu merayakan hari spesial itu ditandai dengan tweet ini. 


Eeh, lagi-lagi ternyata anak frustasi dorm itu mention ke gue buat kasih selamat.



Dan setelah itu, gue mengadakan ritual-ritual kecil seperti loncat-loncat kegirangan dan lari-lari kecil di tempat terus nepok jidat ke tembok. #jdaar<--- *nggak, yang ini ngaco* 
Pagi harinya, sekitar pukul 04.50 gue lalu terbangun dari tidur. Setelah berdoa, gue duduk dan menyadari bahwa sekarang udah gede, udah 17 tahun dan masuk ke fase dewasa. Fase dimana gue nggak bisa lagi nangis-nangis buat minta ini-itu dari Mama sama Papa, fase dimana gue nggak bisa lagi brutal ngelempar kaca rumah saat lagi marah-marah, fase dimana gue nggak bisa lagi tinggal  di rumah singgah yang ada di kebun saat pengen minggat dari rumah. Sungguh kenangan masa-masa kecil yang sangat brutal. 
Saat ingat semua itu, gue cuma bisa bersyukur sama Tuhan karena masih diberikan nafas kehidupan dan masih bisa merasakan betapa indahnya hidup ini. 

Kebetulan waktu itu Mama telpon buat kasih selamat, dan yah berhubung gue udah gak tinggal bersama Mama dan Papa selama 6 tahun terakhir, jadilah hati gue hancur berkeping-keping. Gue cuma ingat, waktu Mama telpon dan bilang, "Mama sama Papa seng bisa kasih apa-apa par ade di hari bae nih. Mama deng Papa, seng bisa ada sama-sama par rayakan ade pung ultah. Tapi Mama deng Papa cuma bisa berdoa dari jauh, Tetemanis jaga ade dalam setiap langkah." 
Gue cuma terdiam seribu bahasa dan alhasil, labil bangat pagi itu bagai anak kecil yang tersesat di keramaian.

Berhubung masuk sekolah pukul 06.00, akhirnya gue harus siap-siap. Dan selang beberapa lama, gue udah siap ke sekolah untuk menunaikan tugas yang paling mulia sejagad yaitu belajar. Ya, belajar cemans-cemans!
Sebelum keluar rumah, gue cuman bisa angkat hati buat Tuhan dan berharap hari ini menjadi hari yang spesial walaupun gue tahu bahwa nggak akan ada acara tiup-meniup lilin.

Di sekolah keadaan sepertinya biasa saja. Setelah selesai ikut bimbel, gue disalamin oleh anak-anak. Tak ada yang beda dari biasanya ketika seseorang berulang tahun. Hingga akhirnya keadaan berubah 360 derajat pada pelajaran terakhir.
Awalnya sih gue masuk ke kelas dengan perasaan biasa saja. Tak ada rasa curiga apa-apa. Gue disuruh duduk dekat anak-anak yang sangat baik bangat sama gue! Ya baik bangat. *padahal nggak yah* huehehehe

Tiba-tiba, gue mendengar ada bisikan kata-kata yang indah banget! Gue nggak tahu, itu bisikan malaikat ataukah (maaf) setan? tapi yang gue rasa sesaat setelah mendengar bisikan itu adalah pikiran gue kacau, jantung berdebar-debar, hati hancur berkeping-keping, dan akhirnya mata berkaca-kaca. Apa yang terjadi? Ternyata gue menitikkan air mata meen! Gue nangis! NANGIS!
Nggak hanya sampai di situ saja, dari suara itu terdengar nyanyian yang syahdu bangat. Nyanyian yang rasa-rasanya pas banget buat mengiringi gue loncat dari lantai 3 sekolah. #Halaahh, apa-apaan ini?
Sungguh gue tak kuasa menahan rasa haru dan harus menumpahkan beberapa liter air mata. Ternyata dalang dari semuanya dan pemilik bisikan-bisikan setan indah itu adalah yang lain dan tak bukan Theophani Kh. Titaley bersama Amelinda Purmiasa.
Setelah puas membuat gue nangis, anak-anak satu kelas duduk di depan gue dan membuat gue tertawa. Bahkan ada yang ikut terharu ngeliat gue nangis.

Perhatikan ekspresi mereka! Unyu yah?
Sialnya pulang sekolah, gue berhasil dilempar sama anak-anak dengan telur cs. Dan akhirnya jadilah gue seperti ini.


Sungguh, itu adalah kado ulang tahun terindah yang pernah gue dapatkan dan nggak akan pernah dilupain. What a special 17th birthday!!
"Bagi gue, bahagia itu sesederhana saat lo nangis karena dikacangin sama teman-teman lo, dan mereka ada buat merangkul lo serta menertawakan kekonyolan yang terjadi."
Gue berharap diberikan kekuatan sama Tuhan dan gue yakin KITA SEMUA LULUS UAN dan UAS TAHUN INI BUDDI!!! AMIN!

Sabtu, 02 Juli 2011

Akhirnya.........

Ahahahaaa, gue kembali lagi!!
Berkat sepupu gue tercinta yang dengan gobloknya murah hati mau meminjamkan modemnya, akhirnya gue bisa ngeblog juga. Huh! Lega rasanya #Boss, kaya orang baru selesai buang hajat aja? Heheee

Thank's God, akhirnya setelah berabad-abad 2 minggu lamanya nggak ngeblog, diotak gue muncul berjuta-juta ide untuk membuat postingan baru. Dan kali ini, gue ingin membuat sebuah postingan dengan judul "AKHIRNYAAAA...." 

So here goes........

**
Setelah 'berperang' melawan 10 soal essay selama 1 minggu 1 hari pada semester II dan berjuang selama 1 tahun lamanya pada kelas XI, akhirnya pada tanggal 24 Juni 2011 gue dinyatakan naik ke kelas XII.
Benar saudara-saudari, SAYA NAIK KE KELAS XII.
Thank's God, akhirnya gue naik kelas juga. *Bentar gue nangis dulu, terharu soalnya* 

Nilai-nilainya juga nggak mengecewakan, malahan menurut gue itu adalah salah satu pencapaian terbaik dalam hidup selama mengikuti pendidikan formal. *Huehehehe Gaya Lo* :D
 
Dan ada satu hal yang sangat membuat gue bangga yaitu nilai Kimia yang didapat pada raport ternyata 91. Sekali lagi, thank's God! Ternyata perjuangan gue untuk 'berpacaran' dengan semua yang menyangkut dengan Kimia nggak sia-sia. ;D

Big thank's  to Ibunda tercinta, Ibu Evie Parera yang sudah membimbing serta membina gue dan anak-anak XI IPA 2 lainnya selama ini sehingga kita semua boleh naik satu tingkat ke jenjang yang lebih tinggi. We proud to have a homeroom teacher like U Mam (y)

Gue cuman bisa berdoa dan berharap semoga di kelas XII nanti, semua tugas dan tanggung jawab sebagai seorang siswa dapat dikerjakan dengan baik dan semoga hasil yang diraih selama ini dapat dipertahankan dan jika Tuhan berkehendak, gue ingin mendapatkan hasil yang paling maksimal bukan saja untuk Kimia tetapi mata pelajaran yang lain!!! Amiiiiin.....

**
Dan akhirnya setelah menerima Laporan Pendidikan, gue bisa beristirahat dirumah alias libur sampai tanggal 8 Juli 2011. Liburan saat ini dipakai untuk balik ke kampung halaman dan gue ingin bersantai ria disana serta mengembalikan semua energi yang telah terkuras habis. 
I really miss my beloved parents and my sweet house, especially my bed. :D
Akhirnya gue bisa tidur sesuka hati juga. Huehehehehe
Best regards,
Mr. Theo
President

Kalwedo Blog
e-mail:
theo_destiny@rocketmail.com

Rabu, 15 Juni 2011

Pertarungan Hidup dan Mati Sebelum Waktunya

Bagaimana ulangan kenaikan kelas yang diadakan di sekolahmu tahun ini? Apakah menyenangkan ataukah menjadi momok yang paling menakutkan?

Hal ini mungkin menjadi suatu pertanyaan besar bagi sebagian siswa-siswi SMA NEGERI 1 AMBON yang tahun ini mengikuti ujian kenaikan  kelas dari tanggal 06 Juni-15 Juni 2011.
Ya! Ujian kenaikan kelas tahun ini mungkin menjadi momok yang paling menakutkan sepanjang sejarah gue mengikuti pendidikan formal. Bagaimana tidak? Dengan sistem yang berbeda, ulangan kenaikan kelas di SMA NEGERI 1 AMBON, diadakan dengan menggunakan metode soal essay.

Hal tersebut membuat anak-anak termasuk gue harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Bayangkan jika pada saat ulangan, loe nggak bisa menjawab soal-soal yang ada dengan benar. Apa yang terjadi nantinya? Loe harus siap di ‘lempar’ ke tong sampah sekolah yang lain jika tak menginginkan untuk belajar satu tahun lagi di tingkat yang sama.
Gue seolah-olah dihipnotis oleh seorang Ojan ‘SKETSA’ yang selalu berkata bahwa, “Theo, tatap mata saya!” Loe harus belajar, belajar, beeelaaaajaaar.”

Hal itu yang selalu ada menghantui pikiran gue, agar selalu dekat dengan buku-buku pelajaran. Gue nggak mau, perjuangan di SMA NEGERI 1 AMBON yang merupakan salah satu sekolah favorit terhenti hanya karena nggak bisa mengerjakan 10 soal essay dengan benar. Hal itu yang membuat gue belajar tiap harinya hingga larut malam dan harus bangun pada pukul 04.00 WIT untuk mengulangi apa yang dipelajari semalam.

**06 Juni-14 Juni 2011**
Pada 06 Juni 2011, gue bangun sekitar pukul 04.00 WIT untuk mempersiapkan diri sekaligus mengulangi pelajaran yang telah dipelajari semalaman. Sehabis berdoa, gue beranjak ke ruang tamu dan mengambil buku PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) untuk dibaca.

Sebenarnya pada hari itu, mata pelajaran yang diujiankan adalah PKn dan Fisika. Tetapi berhubung buku Fisikanya tertinggal di Lateri, akhirnya gue nggak bisa mempelajari materi Fisika dengan baik. Dan apa yang terjadi? Impasnya gue hanya bisa ngerjain soal Fisika sambil nangis darah garuk-garuk tembok alias gue nggak bisa ngerjain 10 soal itu dengan baik.
“Man, dari 10 soal yang dikasih, gue hanya bisa ngerjain 4 nomor, bayangkan 4 nomor, 4 nomor.” Betapa hancurnya otak gue. Saat itu rasanya gue pengen cabut dari kelas dan pengen banget lari muter-muter gedung sekolah. Sayangnya gue urungkan niat itu, untuk menghindari anggapan orang bahwa gue nggak waras.

Akhirnya sekitar 15 menit kemudian bel berakhirnya penderitaan pada hari itu berbunyi juga, gue dengan perasaan lega dan bangga syok melangkah perlahan untuk mengumpulkan kertas jawaban yang hanya berisi 4 nomor itu.
“God, semoga pekerjaanku ini Engkau berkati,” seru gue dalam hati.
“Yah, semoga saja, dari 4 nomor yang dikerjakan benar semua. Amiin!!!”

***
Pada hari-hari berikutnya, gue tidak merasakan kendala dalam mengerjakan soal-soal yang lain. Yups, tepatnya pada saat ulangan Kimia. Dalam hati gue berkata, “Let’s begin the party baby.” :D
Bukannya mau sombong ya guys, tapi gue bangga dan merasakan sensasi yang berbeda saat menjawab soal-soal Kimia, rasanya enteng banget man. Di otak gue terpikirkan hal seperti ini, “Theo, kamu diberi talenta khusus dan diberi roh kudus untuk menjawab hal-hal yang menyangkut tentang Kimia!!!” Heheee

Akhirnya gue dapat mengerjakan soal ulangan Kimia dengan baik dan gue berharap semoga ulangan-ulangan lainnya juga seperti ini. Tapi semua hal itu berlalu seiring dengan berhembusnya angin. Ketika ulangan Matematika, gue kembali mengalami hal yang sama  seperti mengerjakan soal Fisika. Namun kali ini berbeda, gue dapat mengerjakan 7 dari 10 nomor dan itupun gue kerjakan dengan penuh susah payah.

Pada 14 Juni 2011, sepulang dari sekolah, gue lalu beranjak ke ruang tamu dan kemudian merenung tentang semuanya. Akhirnya, gue mendapat kunci kegagalan itu. Yang pertama, gue memang nggak terlalu serius dalam belajar dan yang kedua dasar pengetahuan gue tentang Fisika sangat minim.

Yah, gue hanya bisa berharap semoga kerja keras selama ini nggak sia-sia hanya karena  mengerjakan 4 nomor dari 10 nomor soal Fisika dan gue berharap dapat naik kelas dengan nilai yang bagus walaupun itu jauh dari memuaskan. 



 
Share |